Menu

Sunday, December 8, 2013

FINALLY, WE WIN! – SMARTY ANTS SHORTPLAY COMPETITION

“Masya Allah, are you ok Maisy?” that is what Devaro said as Charlie when SD Nizamia Andalusia played shortplay competition held by Smarty Ants in @america, Pacific Place on November 8th 2013.The shortplay scripted Maisy Goes to the Hospital was played by seven unique children of the second grade students. They are Freya as Maisy, Nadya as Dotty, Devaro as Charlie, Athar as Tallullah, Aqila as Nurse, Bunga as Cyril, and Xavier as a doctor.
It was not that easy to have children played amazingly on the stage. Day by day in the last week before competition was held we used to do the rehearsal. I saw how they wanted eagerly to be the winner and I personally was sure that they would break a leg.
Moreover, parents had a very essential role in this competition. They prepared many things needed for their children and made it perfectly. Bu Dini, the principal also gave the real example about how to act as  a Maisy.
Fifteen minutes before the show time, we sat in and prayed. Some people looked and smiled at us. We also saw  other groups and their properties. For sure, it made our heart beating a little. Now, time for us to show, these great children had lined up on the stage with Ibu Novita (Freya’s Mom) as Narrator. They said salam then action. You can see how these children tremendously play the shortplay on this video:


Alhamdulillah, that was what Allah said. The harder you practice, the better result you will have. We won the competition and were very happy. So what we can learn from this story is the way these children act that actually in this life we also act and have a role to be a winner then it depends on what we do since today and forward.

Thursday, November 21, 2013

Anak dan Teknologinya



 Pak Wiwiet (ICT teacher)





 Selamat datang di era baru, era teknologi informasi dan internet. Era di mana segara informasi bisa diakses dengan jari dan era di mana jarak spasial menjadi nisbi. Dengan anak-anak kita sebagai penduduk aslinya, dan kita – para orang tua – tidak lebih dari sekedar migran.

Penduduk asli? Ya, anak-anak kita (mulai dari balita hingga masuk remaja) adalah para buah hati dunia yang tumbuh dan berkembang dalam atmosfer teknologi informasi (TI) dan internet. Meraka sangat compound dan versatile mengadaptasi setiap perubahan atau penemuan baru yang terkait dengan TI. Tidak percaya? Bandingkanlah dengan diri kita. Pada umur berapa kita baru mengenal internet? Lalu komparasikan dengan anak/adik kita saat mereka pertama kali bersentuhan dengan teknologi tersebut.

Karenanya lah kita ‘hanya’ disebut sebagai migran dalam era ini. Kemampuan kita mengadaptasi temuan-temuan inovasi mutakhir karena kecerdasan kognitif kita. Tapi tidak dengan para si kecil. Mereka gape dengan teknologi bukan hanya karena mereka pintar, melainkan juga karena mereka terbiasa dengan hal tersebut. Mereka akan menghabiskan hidup mereka bergelut dengan TI jauh lebih banyak ketimbang kita.

Inilah silent revolution yang akan mengubah cara pandang masyarakat dunia, setelah revolusi industri. Dan sama seperti setiap perubahan, tentu ada sisi positif dan negatif dari hal ini. Mari kita buang jauh-jauh pemikiran bahwa untuk melindungi anak-anak kita, maka kita harus memproteksi mereka kuat-kuat dengan cara menjauhkan mereka dari TI dan internet. Keliru. Lebih bijak seleksi ketimbang proteksi.

Ketimbang melarang anak mengakses internet ataupun memegang gadget, yang justru akan lebih memicu rasa ingin tahu anak, alangkah lebih baiknya jika kita mulai menguatkan pemahaman mereka tentang hal tersebut. Ajarkan dengan jelas, tegas, dan beralasan mana yang play do dan mana yang play don’t. Kita ajarkan kepada anak, informasi mana yang boleh mereka dapatkan dan informasi mana yang harus mereka hindari jauh-jauh. Dan terangkan kepada mereka alasannya. Berikan keadilan bagi mereka untuk mengetahui alasan kenapa dilarang. Percayalah, anak akan lebih mudah menerima alasan ketimbang harus mematuhi tanpa penjelasan.

Maka, ayah, bunda, kakak, om, dan tante sekalian. Tidak perlu risau jika anak-anak fasih sekali memegang teknologi. Tetapi jangan bangga jika anak anda terbiasa membuka internet sendirian. Tetap konsisten mendorong anak untuk mengambil manfaat-manfaat positif yang tak terhingga dari TI dan internet. Sama seperti ketika orang tua kita tidak pernah berputus asa mendorong kita untuk memakan sayuran atau membaca buku pengetahuan.

Tuesday, November 5, 2013

Idul Adha

Pak Lutfi (Al Jazari Blue Teacher)


Maka bersolatlah untuk Tuhanmu dan berkunbanlah...
     Q.S Al-Kautsar: 2

Sholat merupakan salah satu sarana ibadah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. dengan melaksanakan sholat, kita di tuntut untuk merelakan beberapa menit dari waktu kita untuk melaksanakan sholat  sesibuk apapun kita dengan kegiatan sehari-hari. Setelah mengurbankan waktu untuk sholat  kewajiban kita selanjutnya adalah memberikan sebagian dari harta kita untuk melakukan qurban. Qurban merupakan salah satu ibadah sunah yang bila kita melakukannya akan mendapatkan pahala.

Sholat dan berkurban adalah ibadah yang ditujukan hanya untuk Allah sebagaimana ayat di atas “Maka bersholatlah untuk tuhanmu dan berkurbanlah”. Allah sendiri akan menilai derajat dari sholat dan berqurban itu. Semakin tinggi nilai keihlasan seseorang untuk melaksanakan sholat dan qurban semakin besar harapannya untuk mendapatkan keridhoaan dari Allah.

Begitu juga di SD Nizamia, kegiatan Qurban di sekolah ini merupakan kegiatan Qurban ke-2 yang kita lakukan.  Sebagaimana tahun lalu, seluruh kelas di anjurkan untuk membuat tabungan qurban yang di isi oleh semua anggoata kelas tersebut baik guru ataupun murid. Alhamdulillah, tabungan ini berjalan selama 3 pekan dengan hasil yang sangat menggembirakan.  Tabungan  tersebut kemudian kami belikan kambing sebanyak 12 ekor, membeli peralatan, biaya perawatan dan penyembelihan, dan lain-lain. Terima kasih kami ucapkan kepada para siswa, kepala sekolah, guru, staff , karyawan, dan kepada semua orang tua murid serta semua pihak yang telah membantu, semoga Allah memberikan balasan  yang terbaik untuk kita semua
Mbeeeekk.........


Semoga dengan kegiatan ini semua harapan kita untuk mendidik dan menjadikan putra-putri kita menjadi pribadi “Qurrota a’yun”  dapat terwujud dan semoga dimasa depan putra-putri kita menjadi imam bagi orang-orang bertaqwa.

Wednesday, September 25, 2013

Indahnya Persahabatan

Chiandra Aninggar Nashira
Al kindi yellow student


Persahabatan bagiku sangat penting. Di sekolah, aku punya banyak sahabat, yaitu Dharma, Arraya, Mima, dan Nafisa. Sahabatku dari TK adalah Mima. Kita sama-sama dari TK Nizamia Andalusia. Kami suka sekali mengobrol. Satu waktu guru TK kami sampai memisahkan tempat duduk kami karena ketika belajar kami selalu mengobrol.

Menurutku Mima adalah salah satu murid yang cantik, sedikit menyebalkan, tapi populer sekali di sekolah. Sebenarnya, aku tidak begitu sering main bersama dengan Mima, tapi dia salah satu temanku yang lucu dan menyenangkan. Paling seru kalau aku dan Mima membicarakan hal-hal yang kita sukai dan musik. Sebenarnya aku punya sahabat lainnya di TK, dia bernama Rania. Pada waktu itu, aku dan Kayla berebut untuk menjadi teman Rania.

Sahabat  keduaku adalah Nafisa. Menurutku Nafisa adalah orang yang kreatif, terutama dalam menggambar dan menghias sesuatu. Dia juga lucu, tapi hal yang membuatnya sangat spesial adalah dia selalu berusaha keras untuk memahami orang lain dan pelajaran yang cukup sulit. Dan karena itulah aku menganggapnya sebagai teman yang hebat.

Sahabatku yang lain adalah Dharma. Kami mulai berteman sejak grade 2. Hal yang paling kuingat tentang Dharma adalah dia adalah sahabatku yang baik, walau sedikit menyebalkan. Tapi aku suka melihatnya ketika dia menunjukkan wajah kucing yang imut. Hal yang paling kuingat bersama dengan Dharma adalah ketika kami tertawa dan bercanda satu sama lain sampai lelah.

Oh iya, aku juga punya teman laki-laki yang tidak tahu kenapa, aku selalu sekelas dengannya sejak grade 1, kenapaaaaa yaaa bisa begituu??? Namanya Kamil. Dia benar-benar menyebalkan, tapi sangat pintar (terutama dalam pelajaran Math dan PE!). karena aku terjebak bersama Kamil selama empat tahun, aku akan menceritakan hal lucu tentangnya. 
Aku dan teman-temanku ikut les Sinau di rumah Kamil. Selama belajar, dia sering bercanda dan menceritakan cerita-cerita lucu. Hal lucu lainnya adalah ketika Kamil bicara dengan suara dan bahasa yang aneh lalu berdansa-dansa mengelilingi kelas. Padahal, aku dan teman-temanku sedang fokus mengerjakan worksheet.

Sahabatku berikutnya adalah Arraya, aku sudah menyebutkannya sebelumnya. Arraya adalah anak yang pintar, sedikit menyebalkan, lucu dan kreatif. Kita berdua terpilih untuk mengikuti konferensi di Malaysia bersama Kayla, Thifa, Cinta, Arraya, Rafii, Rasya, dan Bowie.

Wednesday, July 24, 2013

My Story (first day at school)

Annas Surdyanto
Al Biruni Blue Teacher


Today is the first day I become a class teacher in Nizamia Andalusia Elementary School. It feels so interesting to play with students here. This school activities which are always started by reciting do’a bring me to the heaven surroundings. These kids offer something different to my worlds when they recite do’a and expectation in learning.
I find the future of Indonesia in this school. Ya, this education is facilitated completely and well organized. This kind of education is not merely note-taking activities but in actions and real-activities.

Islamism, Nationalism, and Internationalism are three pillars basically stand under this school. Islamism teaches children to have a beautiful moral to improve the human quality. It omits differences of human being so that all people in the world are living in the same degree but their faith distinguish each of them in God views. Nationalism relies children the spirit of principle of the country of Garuda based on Pancasila by which they have been omitted these current days. It brings a unity of numerous varieties of this country such as tribes, races, religions, etc. Moreover, internationalism teaches children to have a world class competence and interact over the world. This three pillars is completely meet the needs of this global era and the demands of human being. So that's all the story of the first day of mine. Ganbatte!! ^_^

Wednesday, May 8, 2013

DO'A

Pak Luthfi-PAI Teacher
                                                                          

Berada di tengah keluarga bahagia, pula rekan kerja yang menyenangkan, teman-teman yang memliki kepedulian tinggi satu sama lain, rizki yang melimpah, jodoh yang mudah, memiliki kesempatan untuk mendidik dan membesarkan anak  sholeh, bisa menikmati indahnya dunia dan akhirnya masuk surga.

Ini adalah sedikit doa yang sering kita ucapkan kepada Allah Azzawajalla, walau kita tidak tahu kapan Allah akan mengabulkannya. Doa adalah senjata yang paling ampuh bagi umat islam, lebih ampuh dari senjata-senjata yang pernah ada dan di ciptakan oleh manusia. Apapun yang kita pinta dalam doa Allah pasti akan mengabulkannya baik dengan segera ataupun allah ganti dengan yang lebih baik tanpa sepengetahuan kita.
Allah berjanji “mintalah kepada-Ku pasti akan Aku beri”, tidak usah kita malu untuk meminta, tidak usah kita ragu untuk berharap, tidak bosan apalagi kita kelu untuk memohon. Allah memerintahkan kita untuk meminta, meminta apa saja yang kita inginkan karena hanya Allah pemilik segala apa yang kita inginkan. Dan hanya orang yang sombonglah yang tidak mau meminta kepada Allah.

Ada banyak sekali kisah sejarah dalam Al-Quran yang membuktikan Bahwa Allah selalu mengabulkan doa hambanya : Dengan penuh kesabaran nabi Ibrahim tidak henti-hentinya berdoa memohon agar di karuniai seorang anak, tanpa lelah beliau meminta dan terus meminta hingga pada usia 86 tahun Allah menganugerahkan Ismail. Setelah Ismail lahir Allah menguji kembali dengan perintah Qurban, dan itupun bisa Ibrahim lalui.Selain memohon anak yang sholeh Nabi Ibrahim juga memohon untuk menjadikan Mekah sebagai negeri yang di berkati. Dan dengan Ijin Allah Ka’bah, Zam-Zam berada di mekah yang selalu di kunjumgi oleh berjuta-juta umat Islam setiap tahunnya.

Dalam kehidupan sehari-hari sering juga kita jumpai kekuasaan Allah dalam mengabulkan doa kita, setiap sholat kita sering berdoa “Ya Allah berilah kami rizki” , tanpa kita sadari dari pertama kita bangun tidur Allah telah memberikan kita rizki, disaat kita bernafas, berkedip, melangkah, menulis, berbicara, mengecap dll. Itu adalah rizki tyang tak terhingga. bayangkan bila kita tidak bisa berkedip, apa yang akan di rasa oleh badan kita, atau kaki kita tidak bisa melangkah, akankah kita selamanya terbaring dalam tempat tidur?
Bersyukur dengan apa yang Allah berikan adalah kunci utama agar Allah senantiasa menambahkan rizki kepada kita, hal termudah adalah dengan mengucap Al-Hamdulillah bila memungkinkan dengan sujud syukur, dan akan lebih indah lagi bila kita senantiasa selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya itulah arti syukur yang sebenar-sebenarnya.

Chibi Giant Man